Pernah nggak sih ngerasa, tren fashion sekarang tuh kayak datang dari dua arah yang berseberangan—dan justru di situlah serunya? Ada yang lagi demen estetika playful ala anak kecil, warna-warni dan transparan kayak permen. Tapi di sisi lain, tiba-tiba semua orang pengen punya jaket bernuansa tradisional dengan kancing unik yang bikin keliatan “berkelas”. Dua tren yang keliatan beda banget ini lagi sama-sama menggila di TikTok, dan gue penasaran: apa sih yang bikin mereka bisa viral dan bikin feed kita auto naik level?
1. Jelly Girl Summer: Saat Nostalgia Jadi Estetika Paling Kekinian
Kalau kamu lihat feed Instagram atau FYP TikTok akhir-akhir ini, pasti nggak asing sama estetika yang satu ini. Sandal jepit transparan, tas PVC berwarna pastel, anting resin berlapis—semuanya terlihat licin, mengkilap, dan terasa “jelly”. Tren yang disebut Jelly Girl Summer ini lagi menggila banget di 2026, membawa kita kembali ke era 90-an dan Y2K yang penuh warna .
Yang bikin fenomena ini makin besar adalah munculnya tas “jelly firkin”—versi murah dari tas Birkin yang dibuat dari PVC transparan lembut dalam berbagai warna pastel . Tas ini tiba-tiba viral di TikTok, membanjiri feed dengan video unboxing, styling, dan pujian umum. Dalam satu minggu, permintaannya melonjak drastis . Ini bukan cuma soal aksesori murah—ini tentang vibe yang playful, nggak serius, dan sedikit nostalgia.
Kenapa Ini Bisa Viral?
Setelah bertahun-tahun didominasi oleh “quiet luxury” dan palet warna yang sengaja diredupkan, tren Jelly Girl hadir sebagai angin segar yang berani berwarna dan bertekstur . Brand seperti Melissa (yang sudah sejak lama berkolaborasi dengan desainer untuk sandal plastik), Jacquemus, dan Chloé mulai mengeluarkan produk berbahan PVC—dari mules, kitten heels, sampai sandal dengan siluet skulptural . Dan yang bikin lebih seru: tren ini bukan cuma soal sepatu atau tas, tapi menjalar ke aksesori lain seperti kacamata resin dan jam tangan transparan .
“Setelah tahun-tahun quiet luxury dan paletnya yang sengaja diredupkan, jelly-core akhirnya mendapatkan comeback yang sudah lama tertunda,” tulis Vogue Singapore . Ada energi yang nggak bisa ditolak: taktil, playful, dan sepenuhnya tanpa permintaan maaf .
Tips styling Jelly Girl: Jangan takut untuk mencampur warna-warna pastel, dan biarkan aksesori transparanmu menjadi focal point—tapi ingat, jangan overdo! Sebuah statement piece seperti tas jelly sudah cukup untuk mengangkat outfit kasualmu. Us Weekly bahkan menemukan pilihan jelly shoes dengan harga mulai dari $15 yang terbukti “surprisingly wearable” untuk berbagai kesempatan .
2. Tang Jacket: Ketika Warisan Budaya Jadi Tren Global
Di sisi lain yang hampir bertolak belakang, ada tren yang datang dari akar budaya yang dalam: Tang Jacket. Jaket sportswear bergaya tradisional Tiongkok yang pertama kali diluncurkan Adidas Originals sebagai edisi terbatas untuk pasar China di Shanghai Fashion Week Oktober 2025 ini tiba-tiba menjadi fenomena global .
Jaket ini memiliki ciri khas yang langsung dikenali: kerah Mandarin, kancing “frog” atau kancing simpul tradisional, dan siluet yang bersih namun tegas . Awalnya hanya dijual di China, jaket ini dengan cepat menarik perhatian di TikTok dan Instagram. Pada perayaan Tahun Baru Imlek 2026, jaket seharga sekitar 1.000 yuan ($146) ini ludes terjual di seluruh China, dan para pembeli dari luar negeri berbondong-bondong memburunya—bahkan di platform reseller seperti StockX, harganya melonjak hingga $488 .
Dari Runway ke Streetwear
Yang bikin fenomena ini luar biasa adalah seberapa cepat ia melampaui batas geografis. Video viral TikTok dengan judul “POV: your dad just came back from China” yang menunjukkan seorang pria membagikan jaket warna-warni ke keluarganya telah ditonton lebih dari 9,5 juta kali . Di ajang F1 Shanghai, pembalap George Russell dan pasangannya terlihat mengenakan jaket ini. Bintang K-pop seperti BABYMONSTER juga tampil dengan gaya yang sama . Bahkan pemain Manchester United terlihat mengenakan jaket ini di lapangan .
Tren ini dengan cepat diikuti oleh brand-brand fashion besar. Ralph Lauren, Kenzo, Yohji Yamamoto, dan Lemaire berlomba-lomba memasukkan elemen serupa—kerah Mandarin, kancing frog, siluet simetris—ke dalam koleksi Fall/Winter 2026 mereka . Vogue bahkan memuji “New Chinese Style” sebagai gaya yang “incredibly versatile”, mampu bertransisi dari kasual ke streetwear hingga elegant look .
Mengapa Ini Signifikan?
Tang Jacket bukan sekadar tren fashion—ini adalah bagian dari gelombang besar yang disebut “xinzhongshi” atau “New Chinese Style” . Fenomena ini mencerminkan pergeseran di mana budaya Tiongkok tidak lagi hanya menjadi objek apresiasi, tetapi menjadi sumber kreativitas yang diakui secara global .
Di Indonesia sendiri, tren ini juga terasa. Dilaporkan bahwa busana terinspirasi cheongsam (qipao) menjadi tren fashion yang sangat populer untuk perayaan Lebaran 2026 di Tanah Air . Penjual di Pasar Tanah Abang bahkan bisa menjual ratusan set dalam seminggu, dengan pembeli didominasi oleh remaja dan dewasa muda yang aktif di media sosial . Ini menunjukkan bahwa fenomena “Tang Jacket” tidak hanya terjadi di tingkat global, tetapi juga bergema di pasar lokal kita.
Tips styling Tang Jacket: Desainer menyarankan untuk memadukan jaket ini dengan potongan kasual seperti T-shirt putih, denim, atau celana wide-leg untuk keseimbangan . Pilih warna-warna netral seperti abu-abu arang, zaitun, atau navy untuk tampilan yang lebih effortless . Dan ingat, biarkan jaket menjadi pusat perhatian—aksesoris minimalis adalah kunci .
3. Tren Lain yang Juga Menggila
Selain dua tren utama ini, ada beberapa gaya lain yang juga naik daun di 2026:
Zebra Print yang Berani
Salah satu tren yang juga mencuri perhatian di Miami Swim Week 2026 adalah animal print, terutama zebra print. Bukan hanya hitam-putih klasik, tapi juga versi berwarna seperti fuchsia dan lime . Ini menunjukkan bahwa keberanian dalam memilih motif juga menjadi ciri khas fashion 2026.
Quiet Luxury: Estetika yang Bertahan
Meski Jelly Girl dan Tang Jacket sedang naik daun, tren quiet luxury yang menekankan pada kesederhanaan elegan dan kualitas tanpa logo mencolok tetap bertahan . Di Indonesia, tren ini bahkan viral di TikTok dengan tagar #quietluxury dan #oldmoneyaesthetic, meski banyak netizen yang menyoroti ketidaksesuaiannya dengan realita ekonomi anak muda . Ini menunjukkan bahwa dua arus—satu yang playful dan satu yang minimalis—bisa berjalan bersamaan di 2026.
4. Dua Sisi dari Tren yang Sama
Yang menarik dari Jelly Girl dan Tang Jacket adalah bagaimana keduanya mencerminkan pergeseran yang lebih besar dalam cara Gen Z melihat fashion.
Jelly Girl adalah tentang pelarian: dari keseriusan, dari tekanan untuk terlihat “dewasa”, dan dari palet warna yang membosankan. Ini adalah pemberontakan melalui nostalgia dan playfulness.
Tang Jacket adalah tentang identitas: pencarian akan makna di balik pakaian, pengakuan terhadap warisan budaya, dan keinginan untuk terhubung dengan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar tren.
3 Kesalahan Saat Mengikuti Tren Fashion Viral
- Cuma Ikut-ikutan Tanpa Paham Konteks: Sebelum pakai Tang Jacket, pahami bahwa ini bukan sekadar jaket keren—ini adalah bagian dari budaya dan sejarah. Begitu juga dengan Jelly Girl—ini tentang merayakan nostalgia, bukan sekadar ikut tren.
- Mengabaikan Kenyamanan: Jelly shoes mungkin keliatan aesthetic, tapi pastikan kamu pilih yang nyaman dipakai seharian. Us Weekly menyarankan untuk memilih yang memiliki footbed empuk atau tali yang bisa diadjust .
- Terjebak FOMO dan Boros: Beli barang cuma karena viral, padahal nggak cocok sama gaya hidupmu. Pilih tren yang beneran nyambung sama identitas kamu.
Tips Jadi “Trenster” yang Kritis
- Mix and Match: Kamu nggak harus full jelly atau full tang. Coba padukan sandal jelly dengan jeans simpel, atau jaket tang dengan rok midi. Kreativitas adalah kunci.
- Belanja dengan Bijak: Banyak brand lokal yang mulai mengadopsi elemen-elemen tren ini—kamu bisa mendukung ekonomi kreatif Indonesia sambil tetap stylish .
- Jadikan Tren Sebagai Inspirasi: Ingat, fashion adalah tentang ekspresi diri, bukan tentang validasi. Pilih elemen tren yang terasa “kamu”, bukan yang paling viral.
Kesimpulan: Dua Wajah Fashion 2026
Jadi, apa yang sebenernya terjadi di balik Jelly Girl Summer dan Tang Jacket? Ini bukan cuma dua tren yang kebetulan viral bersamaan. Ini adalah cerminan dari dualitas generasi kita: di satu sisi ingin melarikan diri ke masa kecil yang penuh warna dan bebas beban, di sisi lain ingin terhubung dengan akar dan identitas yang lebih dalam.
Fashion 2026 bukan tentang memilih satu sisi—ini tentang merangkul keduanya. Kamu bisa pakai sandal transparan hari ini, dan jaket bernuansa tradisional besok. Karena pada akhirnya, fashion adalah bahasa yang kita gunakan untuk bercerita tentang siapa kita. Dan di 2026, cerita itu bisa menjadi lebih kaya, lebih berwarna, dan lebih bermakna dari sebelumnya.